Gedung Sekolah SMP N9 TANJUNGBALAI

Mencerdaskan Siswa/i Dengan Mengutamakan Akhlaq Serta Penguasaan Teknologi Informasi Dalam Nuansa Dedikasi Disipin yang Tinggi :

Photobucket

Selasa, 15 Maret 2011

MEMILIH FLASH DISK DAN MELINDUNGI DARI VIRUS


Beberapa hari yang lalu siswa kami bertannya tentang Flash disk,..... katanya dia lagi keranjingan untuk mempelajari ilmu TIK. Tentu saja kami sedikit bangga dibuatnya jadi langsung saja kami jawab. Flash disk sudah bukan lagi barang yang aneh bagi pengguna komputer, dimana ketika fungsi disket tidak lagi digunakan. Bagi kamu yang ingin membeli sebuah flash disk tentunya tidak ada salahnya mengetahui cara benar memilih flash disk. Berikut ini akan dijabarkan tips jitu dalam memilih flash disk yang tepat dan benar

.

Dukungan software
Kamu dapat memilih flashdisk yang memiliki chip pengontrol di setiap unitnya. Chip pengontrol ini akan memudahkan kamu untuk meng-install USB flash disk dengan berbagai macam software portabel, seperti: Security Software, Partition Software, File Synchronization, dan lain-lain. Security Software sangat penting dalam memastikan data sensitive kamu tidak jatuh ke tangan orang tak berwenang. kamu dapat memilih flashdisk yang kompatible dengan beberapa system operasi, tanpa harus menggunakan driver atau tidak tergantung dengan driver tertentu.

Perhatikan kecepatan transfer data
Faktanya, kecepatan transfer data dari USB 2.0 berkisar antara 14 Mb/s hingga 24 Mb/s, namun kecepatan tersebut akan menurun jika menggunakan kabel USB atau USB hub. Walaupun USB 2.0 memiliki kecepatan lebih baik dari USB 1.1, dengan kecepatan 1.5 Mb/s.


Perhatikan desain dan kelengkapannya
Tidak hanya desain dan model fisik flashdisk yang sesuai dengan selera kamu, namun yang harus diperhatikan juga adalah kelengkapan produknya, seperti tali gantungan, tutup casing flashdisk, paket CD driver, fasilitas anti air, pengunci manual di luar casing, kabel USB, dan aksesoris lainnya.

Perhatikan kapasitas flashdisk
Kamudapat membeli flashdisk, tentunya yang sesuai kebutuhan dan tidak sampai kurang sehingga kamu harus membeli lagi, misalnya kapasitas ideal 2GB, dan sesuai dengan budget kamu.

Perhatikan garansi
Garansi sebisa mungkin life time, namun pemakaian rata-rata flashdisk pada umumnya hanya sekitar 2 hingga 3 tahun, bisa karena bosan memakainya atau mungkin kamu membutuhkan kapasitas yang lebih besar. Hal inilah yang menjadi dasar anggapan bagi sebagian orang bahwa masa garansi cukup hanya 2 hingga 3 tahun.

Perhatikan informasi manufaktur dan distributor
Pilihlah flashdisk yang handal dan memiliki service center yang jelas. Kamu harus memastikan kebenaran informasi mengenai produsen dan distributornya, dan cara menghubungi mereka. Hal ini berguna jika kamu misalnya mengalami masalah dengan flashdisk, atau klaim garansi, ketika outlet tempat kamu membeli flashdisk tidak bersedia melayani klaim kamu.

Nah...... jika sudah mengetahui peraturan-peraturan diatas, tentang memilih flash disk yang baik sekarang saya akan kemukakan cara mengantisifasi flash disk dari gangguan virus....
Cara yang saya pakai yaitu:
1. Format flasdisk
2. Buat folder baru dengan nama Autorun.IN_
3. (Dasar pemikiran yaitu agar folder Autorun.Inf yang kita buat tidak berubah menjadi Autorun.In_)
4. Buat folder baru lagi dengan nama Autorun. inf (sehingga sekarang kita punya dua folder bernama Autorun.In_ dan Autorun.inf)

Langkah yang penting :

1. Buat subfolder dalam folder autorun.inf yang kita buat. Namai subfolder tersebut dengan cara tekan ALT+(tiga angka acak dari numpad), beberapa kali dan beri ektention exe
2. ex: ALT+123 sehingga nama folder jadi seperti begini: Ω§╚ôImagesƒeÖ.exe (ini subfolder yang saya buat dalam flashdisk saya.
3. masukkan file2 kita dalam folder tersebut sehingga virus tidak dapat menginfeksi file2 yang kita punyai. karena tidak dapat mengakses folder dengan huruf2 seperti itu.

Jadi kondisi si flash saya kalo dibuka ada dua folder:
Autorun.IN_
Autorun.inf
Dalam folder Autorun.inf ada subfolder:
Ω§╚ôImagesƒeÖ.exe
Dalam subfolder ini file2 saya simpan
(udah ditest ternyata ga kena infeksi waktu flash ditancap kekomputer yang kena virus.)
Wah ternyata mudah yah?? Oke kenapa nggak langsung dicoba saja? Ayo jangan cuma dibaca saja. Langsung praktekkan in dunk..... Semoga berguna buat Sobat Blogger sekalian untuk tutorial yang sederhana  ini.

Semoga Bermanfaat
          CS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...