Gedung Sekolah SMP N9 TANJUNGBALAI

Mencerdaskan Siswa/i Dengan Mengutamakan Akhlaq Serta Penguasaan Teknologi Informasi Dalam Nuansa Dedikasi Disipin yang Tinggi :

Photobucket

Senin, 10 Oktober 2011

Beberapa Defenisi Tentang Belajar

Pendidikan pada hakikatnya adalah usaha sadar untuk mengembangkan kemampuan dan kepribadian di dalam dan luar sekolah. Melalui pendidikan, diharapkan akan dapat menghasilkan generasi penerus yang berkwalitas
Melalui proses belajar akan dicapai tujuan pedidikan dalam bentuk perubahan tingkah laku dalam diri siswa

 Menurut James O. Wittaker (1970: 15), “Belajar dapat didefenisikan sebagai proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui proses latihan atau pengalaman”. Dengan demikian, perubahan-perubahan tingkah laku akibat pertumbuhan fisik atau kemtangan, penyakit atau pengaruh obat-obatan tidak termasuk belajar. 
          
Defenisi yang tidak jauh berbeda dikemukakan oleh Cronbach (1954: P.47) dalam bukunya yang berjudul “Educational Psychology” sebagai berikut: “Learning is shown by change in bhavior as a result of experience”. Dengan demikian belajar yang efektif adalah mlalui pengalaman.
          Dalam proses belajar, seseorang berinteraksi langsung dengan objek belajar dengan menggunakan semu alat indranya. Satu defenisi lagi yang perlu dikemukakan disini yaitu yang dikemukakan oleh Hilgard yang menyatakan “learning is the proses  by whichan activity originatesor is changed through training procedures”. Sejalan dengan apa yang dinyatakan Morgan, “Belajar merupakan setiap perubahan yang relatif menetap dalam tingkah laku yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau pengalaman”. 
        Belajar merupakan proses dasar dari perkembangan hidup manusia. Dengan belajar, manusia melakukan perubahan-perubahan kualitatif individu sehingga tingkah lakunya berkembang. Semua aktivitas dan prestasi hidup manusia  tidak lain adalah hasil dari belajar. Belajar bukan sekedar pengalaman, yang merupakan suatu proses, bukan hasil. Karena itu belajar  berlangsung  secara aktif dan integrative dengan menggunakan berbagai bentuk perbuatan untuk mencapai suatu tujuan. 
           Proses belajar berbeda dengan proses kematangan. Kematangan adalah proses dimana tingkah laku dimodifikasi sebagai akibat dari pertumbuhan dan perkembangan struktur serta fungsi-fungsi jasmani.
          Seseorang yang melakukan aktivitas belajar dan telah memperoleh perubahan dalam dirinya dengan memiliki pengalaman baru, maka individu tersebut dikatakan belajar. Perubahan yang terjadi karena proses belajar adalah perubahan yang bersentuhan dengan aspek kejiwaan dan mempengaruhi tingkah laku. Sedangkan perubahan tingkah laku akibat mabuk, kecelakaan, gangguan jiwa, dan sebagainya bukanlah termasuk dalam kategori belajar.
         Berdasarkan kutipan di atas, dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan dalam berbagai bentuk seperti pengetahuan, pemahaman, sikap dan perubahan tingkah laku. Perubahan tingkah laku harus disertai dengan usaha oleh orang yang bersangkutan. Perubahan tersebut berlangsung relatif lama, adapun usaha untuk mencapai perubahan yang dimaksud merupakan proses belajar sedangkan perubahan tingkah laku itu sendiri merupakan hasil belajar. Dengan demikian belajar merupakan rangkaian dari proses dan hasil belajar.
Dari Berbagai Sumber
Semoga bermanfaat
Custom



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...