Gedung Sekolah SMP N9 TANJUNGBALAI

Mencerdaskan Siswa/i Dengan Mengutamakan Akhlaq Serta Penguasaan Teknologi Informasi Dalam Nuansa Dedikasi Disipin yang Tinggi :

Photobucket

Selasa, 23 Oktober 2012

MEMANFAATKAN SARINGAN AIR

Air bersih mutlak dibutuhkan dan merupakan suatu fasiltas yang wajib ada bagi lingkup pendidikan terutama smpn9 tanjungbalai. Sekolah ini berada pada posisi daerah yang dapat dikatakan perkampungan, sehingga akses sarana air berisih ke sekolah ini sangat sulit, sehingga berbagai pihak pelaksana pendidikan di sekolah ini berinisiatif untuk membuat suatu alat / penyaringan guna mencukupi air bersih di sekolah ini. Timbul sesekali pemikiran, dimana untuk menjadikan air bersih dapat menggunakan bahan kimia seperti “AGS” dan tawas, namun biayaya yang digunakan nantinya tidak sedikit sehingga pihak pelaksana pendidikan disekolah ini membuat saringan..
Ada banyak pilihan cara untuk mengatasi hal tersebut. Untuk penggunaan AGS, semakin parah air yang ada maka semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk mengendapkan kotoran. Tawas dapat menggerus dinding sumur, sedangkan biji kelor susah dicari, pilihan saya akhirnya jatuh pada membuat saringan yang dapat menjernihkan air tanpa menggunakan bahan kimia.
Setelah melakukan observasi, tanya sana-sini, surfing sana sini, ternyata selama air tersebut tidak mengandung limbah kimia berbahaya kita masih dapat mengatasinya dengan menggunakan saringan / penjernih air yang banyak dijual di pinggir-pinggir jalan atau pun menggunakan saringan air bermerk seperti halnya yang dipakai oleh depo pengisian air minum isi ulang atau mungkin dengan membuat sendiri saringan air sederhana.
Untuk pembuat saringan air sederhana anda dapat menggunakan cadas, tanah liat, bambu dan arang aktif, ataupun saringan ijuk+pasir+dst. Untuk cadas dan tanah liat, bagus sih tapi dengan cara pembuatannya yang susah dan debit air hasil penyaringan yang kecil, saringan ini bukan pilihan utama bagi saya. Selanjutnya saringan bambu, walaupun bambu mudah didapat, tetapi butuh keahlian khusus untuk bekerja dengan bambu.

Pilihan terakhir adalah membuat saringan ijuk+pasir+dst. Cara membuat saringan ini cukup mudah. Saringan dimulai dengan membuat lapisan pasir, ijuk, arang aktif, pasir dan batu. Hasilnya…air yang tadinya keruh, kuning atau bahkan hitam+bau sekalipun akan menjadi jernih dan tanpa bau setelah melewati saringan ini.
Untuk tempat saringan anda dapat menggunakan tong, drum, ember, ataupun sambungan kaleng / sambungan botol plastik. Sedangkan ukuran lapisan saringan anda dapat sesuaikan dengan masalah yang anda hadapi. Saringan yang saya buat menggunakan 25 cm untuk ijuk dan arang aktif / arang batok kelapanya. Sebab salah satu kegunaan arang adalah untuk mengurangi/menghilangkan bau. Bila masalah yang anda hadapi cukup berat, anda dapat mencoba dengan menambahkan satu buah lapisan batu zeolit.
Hal yang perlu anda ketahui bahwa setelah saringan dibuat, air yang dihasilkan awalnya tidak terlalu jernih, tetapi lama kelamaan air yang keluar akan menjadi jernih (pada saringan yang saya buat membutuhkan waktu ± 10 menit). Selain itu, aturlah debit air yang masuk tangki saringan (keluaran dari tangki pengendapan) agar tidak lebih besar dari debit air yang keluar dari saringan (air bersih)

Semoga Bermanfaat
Dari Berbagai Sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...