Gedung Sekolah SMP N9 TANJUNGBALAI

Mencerdaskan Siswa/i Dengan Mengutamakan Akhlaq Serta Penguasaan Teknologi Informasi Dalam Nuansa Dedikasi Disipin yang Tinggi :

Photobucket

BERITA SISWA


     Ini adalah sekolah yang berada di sektor utara Kota Tanjungbalai, Sumatera utara, sekolah ini awal beroperasi pada tanggal 23 Juli 2003 dengan banyak ruangan sebanyak 2 ruangan dengan jumlah siswa 83 siswa, dan jumlah guru yang mengajar 12 guru. Adapun Kepala sekolah yang pernah menjabat pada sekolah ini adalah :
1. Bapak YUSRIAL,S.Pd
2. Bapak Drs. SAHEN SEMBIRING
3. Bapak SYAFII,S.Pd 
     Sejalan dengan tingkat kesadaran masyarakat akan pentingnya dunia pendidikan hingga saat ini siswa di sekolah ini sejumlah 322 siswa. Ditinjau dari segi pembangunan sekolah ini adalah sekolah yang mempunyai bentuk bangunan sederhana semua ini berkat dari bantuan Dana Alokasi Umum dan Dana Alokasi Khusus Pemerintah Kota Tanjungbalai, yang alhamdulillah sudah merasakan globalisasi dan pembangunan kota.
   
    Jika dilihat dari bentuk areal tanah, sekolah ini mempunyai luas areal  trapesium sehingga pembuatan lapangan olahraga dan ektrakurikuler lainnya tidak dapat dilaksanakan ditambah lagi lokasi sekolah ini tepatnya berada di lingkungan pihak PT. Sewaktu dikonfirmasi untuk melakukan ganti rugi tanah PT untuk dijadikan penambahan lapangan sekolah pihak yang bersangkutan tidak dapat memberikan jawaban. Namun apalah daya sampai saat ini sekolah kekurangan luas areal tanah untuk lapangan olahraga dan ektrakurikuler pendidikan.




Sampai saat ini Lapangan Olahraga belum juga selesai
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Untuk memenuhi nilai kegiatan pengembangan diri siswa SMP N9 Tanjungbalai, membentuk wadah ektrakurikuler bidang seni dan budaya yaitu seni nasyid.
Tentu kamu ingin tahu bukan apa itu sebenarnya nasyid...? ayo ikuti tulisan berikut ini :

Nasyid sudah ada sejak masa rasulullah SAW. Thola’al Badru adalah nasyid klasik pertama yang diperdendangkan. Momen ini terjadi tatkala hijrah Nabi dari Mekah ke Madinah. Dari sinilah, nasyid memiliki karakter dan ‘pakem’ yang terjaga sejak masa lalu sampai sekarang.

Di Indonesia, nasyid mulai ada sejak tahun 1980-an. Tim nasyid pertama yang muncul bernama Tauhid, lalu diikuti oleh SNADA, Harmoni, Izzatul Islam dll...

Apa sebetulnya nasyid itu? Nasyid adalah seni islam yang memiliki misi dakwah dengan penekanan pada aspek syair, munsyid (orang yang bernasyid), dan karakter keislaman lainnya.

Beberapa Jenis nasyid yang berkembang di Indonesia:

Nasyid Perjuangan            : Izzatul Islam, Shoutul Harokah, Ar-ruhul Jadid, dll
Nasyid Fashion                 : SNADA, JV, Fatih, Launun (Makassar), Awan (Jateng), dll
Nasyid Langgam               : Senandung Hikmah (Sumsel), Suara Persaudaraan (Jatim), dll
Nasyid Puji-pujian             : Raihan, Spazy (Jabar), dll

Unsur (Batasan) dalam Nasyid:

1) Misi dakwah
“...Innamal a’malu bin niyaat...” Potongan hadits ini memberikan penjelasan bahwa amal itu tergantung niatnya. Misi dakwah dalam sebuah tim nasyid tercermin dari niat masing-masing munsyidnya. Niat tersebut terdeferensiasikan dalam unsur-unsur nasyid penjelasan berikutnya.

Niat yang didasari dengan AZZAM (tekad) yang kuat dan ILTIZAM (komitmen) yang istiqomah, jika didukung dengan FAITH (keyakinan) terhadap isi dakwahnya, Insya Alloh munsyid akan mencapai KAUTSAR (nikmat yang banyak), baik di dunia maupun di akherat. Merengguk jannahnya merupakan sebuah FAIZ (kemenangan) tiada tara.  Eh, kok malah membicarakan tim nasyid STAN yah?

2) Syair
Syair memiliki peran penting yang membedakan nasyid dengan kesenian islam lainnya. Syair nasyid harus memiliki nuansa dakwah, menggugah orang untuk berhijrah dari keburukan kepada kebaikan. Selain itu syair nasyid juga harus membuat orang semakin mencintai Allah, rasul, islam dan hal-hal lain yang tercakup di dalamnya.

Syair nasyid bisa bernuansa humanis, relijius, humanis relijius atau sosial yang kesemuanya didasari kepada ‘menuju kebaikan dan rahmat Allah’. Syair nasyid bisa dikomposisikan dalam berbagai bentuk karakter musik seperti: akapela, dangdut, jaz, reggae, ska, irama padang pasir, irama r&b, irama tradisional, musik etnis bahkan mungkin nasyid elektrik. Siapa mau coba yang belum ada?

3) Munsyid
Munsyid sejatinya adalah seorang da’i (penyeru) yang sedang mengajak pada kebaikan, menjauhkan dari kemunkaran. Hal ini harus menjadi karakter sehingga kebiasaan dan perilaku seorang munsyid harus sama diatas panggung dan diluar panggung. Munsyid bukan aktor, dalam artian harus menunjukkan karakter aslinya. Yakni karakter yang didukung dengan sikap yang baik, hati yang bersih, menjaga nilai keislaman, keimanan dan ketaqwaannya;.

Munsyid adalah da’i. Da’i yang menghasilkan output berupa senandung dakwah, yang pastinya membutuhkan input untuk menguatkan outputnya itu. ‘aslih nafsak wad’u ghoirok’ (perbaiki diri, ajak orang lain). Kaidah ini memberikan maksud bahwa munsyid wajib membina dirinya dengan baik, memperbaiki dirinya, menguatkan keislamannya. Caranya? Banyak. Misalnya; Halaqoh, kajian, tadabur, mabit, mukhoyyam, membaca buku Islam...

4) Suasana
Suasana adalah kondisi yang memberikan perbedaan nasyid dengan musik lainnya. Nasyid tidak tepat dibawakan dimana terjadi percampuran laki-laki dan perempuan dalam rangka kemaksiatan kepada Allah. Nasyid tidak boleh bersifat melenakan sehingga membuat orang lupa diri dan hanya teringat kepada pemunsyid ketimbang makna nasyid yang dibawakannya. Aneh bukan jika kita pernah mendengar komentar akhwat bahwa; munsyid ikhwannya keren-keren!... Sejalan dengan ini, bukanlah nasyid kalau antara tim nasyid laki-laki dan perempuan dikompetisikan satu sama lain. Apalagi kalau satu tim terdiri dari perempuan dan laki-laki karena pastilah ini bukan kelompok nasyid.

Dari sisi lain, makna suasana juga dapat diartikan bahwa munsyid harus memiliki perasaan. Perasaan untuk membawakan senandung yang sudah ditaburi syair Islam dengan suasana/nuansa yang sesuai. Senandung sendu, bertemakan kesedihan, permohonan ampunan, juga taubat sebaiknya diikuti dengan alunan tempo yang pelan dan nuansa yang sendu. Bukan senang, senyum, dan bangga. Begitu sebaliknya dengan senandung semangat, ceria, dan sebagainya, sebaiknya dibarengi nuansa yang sama.

Demikianlah beberapa hal seputar nasyid yang patut dipahami oleh siapa saja yang ingin masuk ke dalam komunitas nasyid, juga bagi siapa saja yang belum tahu lebih jauh apa itu nasyid.

Semoga Bermanfaat
         CS

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...